FARMASI

Selayang Pandang

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki plasma nutfah berupa tumbuhan yang cukup beragam di dunia. Bahan alam terutama tumbuhan mempunyai potensi besar untuk dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal. Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah yang kaya dengan berbagai jenis tumbuhan yang memiliki potensi sebagai tanaman obat yang perlu dieksplorasi lebih jauh dengan mengaplikasikan sains dan teknologi kefarmasian sehingga dapat bermanfaat bagi pengembangan sains dan teknologi kefarmasian itu sendiri dan juga bermanfaat bagi masyarakat.

Perubahan sikap kembali ke alam (back to nature) sekarang ini justru membuat pemanfaatan tanaman obat semakin meningkat. Dengan demikian pemanfaatan bahan alam untuk dijadikan obat merupakan salah satu potensi dan keunggulan yang dapat dikembangkan untuk mencari pengobatan alternatif dan pencegahan berbagai macam penyakit. Sumber daya alam ini juga bisa dikembangkan menjadi agroindustri yang memiliki peranan strategis dalam upaya pemberdayaan bahan alamlokal. Selain itu, keunggulan ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Hal ini juga berpotensi untuk mempertinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Farmasi merupakan profesi dibidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan dan distribusi obat. Tujuan utama pendidikan sarjana farmasi adalah mempersiapkan lulusan sarjana yang  dapat mengembangkan dirinya pada jenjang pendidikan profesi atau pada jenjang pendidikan akademik lanjut, atau dapat bekerja dibidang kefarmasian.

Pendidikan sarjana farmasi dan pendidikan profesi apoteker harus memberikan dasar yang kuat untuk melanjutkan ke pendidikan lanjut pada jalur pendidikan akademik yang lebih tinggi (spesialis farmasi rumah sakit, magister, doktor).

Berdasarkan PP RI No.51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian Bab I Ketentuan Umum Pasal 1, Tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analisis, dan Tenaga Menegah Farmasi/Asisten Farmasi.

Pengembangan kurikulum menerapkan pola integrasi horisontal dan vertikal, muatan ilmu dirancang seimbang dengan muatan praktik, dan diberikan pengenalan dini (early exposure) pada profesi farmasi. Strategi pembelajaran terfokus pada mahasiswa (student-centred learning).

Dengan melihat kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan/ kefarmasian  yang berkualitas, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tantangan globalisasi saat ini, diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi farmasi Indonesia. Untuk mengatasi adanya kesenjangan kualifikasi lulusan pendidikan tinggi farmasi, perlu ditetapkan standar kompetensi lulusan dan standar kurikulum secara terintegrasi dengan memperhatikan perkembangan terkini paradigma pendidikan farmasi. Standar kompetensi lulusan pendidikan farmasi memuat kompetensi utama yang menjadi penciri program studi farmasi yaitu kemampuan dalam penyediaan obat (sediaan farmasi) yang aman, efektif, stabil dan bermutu, serta kemampuan dalam pelayanan kefarmasian yang berfokus pada keamanan & kemanjuran penggunaan obat dalam pelayanan kesehatan.     

Berdasarkan Surat Penugasan Penyelenggaraan Program Studi No.1598/E/T/2012 tanggal 28 Desember 2012, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi mandat kepada Universitas Jambi untuk menyelenggarakan program studi S1 Farmasi dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 29/M/Kp/III/2015 tentang izin penyelenggaraan program studi pada Universitas Jambi di Jambi memutuskan memberikan izin penyelenggaraan program studi Farmasi Sarjana.  Kurikulum Program Studi Farmasi Universitas Jambi merujuk pada kurikulum standar dari Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai dengan level 6.

Visi Program STUDI FARMASI

Visi dari program studi farmasi adalah : “Pada Tahun 2025 Program Studi Farmasi menjadi Program Studi yang Unggul dalam Pengembangan Sains, Rekayasa dan Teknologi Farmasi yang berbasis pada Sumber daya Alam, Agroindustri dan Lingkungan”.

Misi Program Studi Farmasi

Untuk mencapai visi Program Studi Farmasi maka dilaksanakan penjabaran dari visi tersebut ke dalam misi Prodi Farmasi. Adapun misi Prodi Farmasi Fakultas Sain dan Teknologi meliputi:

  1. Melaksanakan pendidikan kefarmasian yang berkualitas sesuai dengan program unggulan yang telah dicanangkan oleh program studi, Fakultas dan Universitas.
  2. Mengembangkan bidang kajian sains, rekayasa dan teknologi farmasi yang berbasis pada sumberdaya alam, agroindustri dan lingkungan.
  3. Mengembangkan kerjasama pendidikan, pelatihan/magang dan penelitian dengan institusi-institusi pendidikan lain dan institusi-institusi lain yang mengembangkan sains dan teknologi farmasi baik di tingkat nasional maupun Internasional.
  4. Memberikan pelayanan profesi kefarmasian dan upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui program-program Pengabdian Kepada Masyarakat.

Tujuan Program Studi Farmasi

Tujuan   dari penyelenggaraan Program Studi Farmasi Fakultas Sains dan Teknologi adalah :

  1. Menghasilkan sarjana farmasi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudaya, berkemampuan akademik dan profesional, berorientasi dan berwawasan ke depan, serta berkinerja tinggi dalam mengemban profesinya.
  2. Menjadikan Program Studi Farmasi sebagai pusat pengembangan kefarmasian untuk ikut berperan dalam kemajuan sains, rekayasa dan teknologi farmasi yang berbasis pada sumberdaya alam, agroindustri dan lingkungan.
  3. Mengembangkan kerjasama dan kemitraan dengan sektor ekternal, seperti pemerintah, dunia usaha dan industri farmasi serta perguruan tinggi dan Lembaga Sainstek lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *